<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Gautami; panose-1:2 0 5 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-2145386493 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:WildStyle-Fill; panose-1:2 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610612561 1073741898 0 0 273 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
Parnoman (*bukan id sebenarnya) : Selamat malam mas
Brokencode : malam
Parnoman : apa kabar ?
Brokencode : baik (*emoh-emohan jawabnya. soalnya lagi khusuk nyepam)
Parnoman : Tulisan di blog nya bagus2 mas.
Brokencode : makasih
Parnoman : Sibuk ya mas ?
Brokencode : lumayan :)
Brokencode : bisa dibantu pak/bu ?
Parnoman : Panggil saja saya Parnoman (*bukan nama sebenarnya). Saya baca tulisan Anda mengenai teknik penyadapan selular.
Brokencode : ow. cuma kidding itu pak ;)
Parnoman : Saya sudah telusuri asal-usul Anda dan latar belakang Anda. Pernah didunia hacker ya ?
Brokencode : ndak juga :D
Parnoman : Begini mas. Saya bekerja untuk sebuah dinas. Akhir-akhir saya merasa ada indikasi sebuah pihak mengawasi kegiatan saya termasuk intersepsi percakapan via telepon genggam.
Brokencode : dinas apa pak ? dinas kebersihan ? :))
(*diam lama. tersinggung mungkin. Huahahahahaha …)
Parnoman : Bukan mas. Dinas rahasia.
Brokencode : ow. BIN ?
Parnoman : Namanya juga rahasia mas. Apa saya harus bilang ?
Brokencode : ok. nevermind ;) terus maksud nya pak apa nih dengan tulisan saya ?
Parnoman : Pernah tau device untuk menghindari supaya percakapan kita tidak bisa disadap orang luar ?
Brokencode : emang napa pak ? kurang kerjaan banget yang sadap bapak. emang bapak koruptor ?
(*diam lagi lama. nih orang sensi banget)
Brokencode : sori pak becanda.
Parnoman : Tak apa. Saya cuma tanya.
Brokencode : pakai securegsm saja pak. atau jammer.
Parnoman : Bisa tolong dijelaskan tentang hal itu ?
Brokencode : IMO …
Parnoman : Oh. Ya sudah. Tak apa kalau memang tidak bisa dijelaskan.
Brokencode : IMO=In My Opinion. setau saya … alias kalo gak salah begini
Brokencode : securegsm itu sebuah alat komunikasi gsm yang mengencrypt percakapan hingga 3 lapis. jadi walaupun ada interception, perlu waktu lama untuk mendecryptnya kembali. bisa bertahun-tahun.
Brokencode : kalau jammer itu alat yang biasa dijual dipasaran buat mengacau signal telepon selular atau mengacaukan signal wireless lainnya seperti alat sadap atau kamera pengintai.
Brokencode : kok tau pak lagi disadap ?
Parnoman : Feeling saya saja.
Brokencode : pak kan tau kalo bukan pemerintah gak mungkin orang sipil maen sadap-sadapan.
Parnoman : Iya. Kemungkinan pihak intelegensi luar.
Brokencode : hmmmm … pak pegang rahasia negara ya. sampe segitunya.
Parnoman : Beli alatnya dimana mas ?
Brokencode : ditoko besi pak :P
Parnoman : Ada ya ?
Brokencode : ya gak ada lah pak. cari aja di internet. (*dinas rahasia kok ndeso … hihihi …. )
Parnoman : Baiklah. Terima kasih atas informasinya. Besok saya akan coba cari alatnya. Situs apa namanya mas ?
Brokencode : Google.com
Parnoman : Situs itu tempat jual alat2 elektronik ya mas ? Tokonya di Indonesia ?
Brokencode : iya. mas saya mau off dulu ya. sudah ditunggu temen. bye
Brokencode sign out.
— end of chat archive —
Waduh nyesel juga udah bagi info begituan. Jangan-jangan benar itu pejabat korup yang lagi diincer Kapeka. Ndak apa lah. Alatnya kapeka kan canggih. Kalo mahal pasti canggih :D
*note : kesamaan cerita dan nama hanya kebetulan belaka. cerita tersebut diatas semoga fiktif.
kekekekkeke…
Katrok banget….Komiknya lucu mas..
keren ceritanya!!!
hahahahah asli saya ngakak ^^
hahahaha ketawa ajah