Dalam satu malam 3 manusia meregang nyawa. Ajal mereka telah ditentukan oleh sebuah keputusan bijaksana kesucian hukum dan ketukan palu sang hakim. Arifkah hukum, jika Tuhan saja Maha Pengampun ?
Bukankah mereka sendiri yang membangun jalan itu menuju pada kematian itu. Bayangkanlah jika Dukun Usep tak memilih untuk berprofesi sebagai dukun yang menghabisi delapan nyawa “pasiennya”, bayangkanlah jika Sumiasih dan Sugeng tak menghabisi keluarga Letkol Agus Purwanto, tentu jalan menuju regu tembak tak bakal terjadi. [kompas]
Contoh saja para pelaku Bom Bali yang telah menewaskan ratusan jiwa. Mereka tau konsekuensi atas perbuatan mereka dan ’siap mati’. Alhasil mereka benar-benar dianugerahi hukuman mati. Pikiran berubah. Yang tadinya siap mati, tiba-tiba menjadi takut mati dengan membuat jalan menuju regu tembak berliku-liku, mulai dari banding hingga PK.
Akankah ketegasan hukum ini membuat para pelaku kejahatan berpikir dua kali, bahkan ribuan kali ? Mengingat kematian, setidaknya juga bisa mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap nikmat duniawi. Melembutkan hati seraya mengenangkan saat mati tiada ada yang kita bawa selain amal baik kita. Mendorong kita untuk bisa memaafkan dan menerima kesalahan serta kelemahan orang lain.
Ikhlaskah mereka dialam sana atas keputusan hukum jika mereka tahu para pelaksana hukum sendiri masih banyak yang melanggar hukum. Ah, itu kembali ke kodrat manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang diterima dan tidak ada yang sempurna. Polisi, hakim, jaksa juga manusia *
Berat banget postingannya. Ternyata om brokencodez bisa juga bikin postingan yg “berat” ya
Sebenarnya kita melihat hal tersebut dari beberapa sisi, mungkin di sisi ini hal itu harus dilakukan, mungkin disisi lain tidak dilakukan. Jadi tidak ada kebenaran yang absolut. Nyambung ngga sih :-D
sekalian pak hakim dan pak jaksa tuh yang koruptor itu dijatuhin hukuman mati juga karena mereka juga telah membunuh manusia lainnya..dan bahkan itu bisa ribuan manusia yang di bunuhnya secara maya…*kabuuuur*
mas, ngutip dikit omongan mas untuk postingku di http://www.ferykurniawan.info/information/eksekusi-hukuman-mati-sumiarsih-dan-sugeng/
tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kelak, yang penting hari ini berusaha menjadi orang yang berguna :)
wewww, jangankan hukum mati dipenjara aja saya nolak…:D
setuju mas..
Baik atau buruk, kita sendiri yang membangunnya..
Aku juga penasaran nih kenapa para pembom Bali belum di eksekusi yah> Padahal bebeapa narapidana lain yg lebih baru dihiukum malah sudah diekseuksi… ada apa ini ada apa ini ?
****siul-siul
hukum mati… hi, atut….. jangan sampe deh.
klo siap mati, kagak usah ajuin PK segala
kalau memang banyak salah(membunuh) ya hukum mati, ya ndak masalah bli !he…he….
Hukuman mati memang pantas bagi mereka yag dengan sengaja menghilangkan banyak nyawa ..apalagi banyak nyawa sekaligus
hukuman mati cuma balas dendam yg dilegalkan. tak lebih..
Buat saya profesi sebagai hakim apalagi yang “memutuskan” hidup/mati seseorang dengan ketukan palu merupakan hal yang mungkin menjadi pilihan terakhir yang akan saya pilih. Memang ada hukum yang menunjang keputusan itu tapi saya merasa bahwa saya juga orang berdosa yang tidak patut untuk memutuskan seseorang itu bersalah atau tidak apalagi sampai memutuskan hidup/matinya seseorang. Ngeri deh!!!
sumiarsih hukumannya dobel, dihukum mati setelah proses hukum selama 20 tahun. sungguh tidak beruntung nasibnya
Tul itu kalo mbunuh banyak orang emang pantas dihukum mati …
Fyuhhh….
namanya penjahat mana takut…..
Hehehehehehe la wong yang dihukum mati sama yang tidak, banyak yang tidak dihukum je :P
Hukuman mati emang kontroversial. Ada pro dan kontra. Kalo menurut gue, agenda yang paling utama adalah benahin hukum sembari nerapin hukum dengan benar. Ah tak tahulah..
Hukuman mati memang pantas bagi orang yang telah melenyapkan ciptaan Tuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.
kalo di pandang sebagai renungan buat penjahat yang laen biar nggak melakukan kejahatan ya sah-sah aja. tapi, hukuman mati jangan dulu lahh.. sadar hukum aja masih jauh wakakaka ~kabur
Mas, numpang belajar sekalian, do-follow sama no follow terus polow-polow yang lain itu apa maksudnya ya? Maaf neubi..
berani berbuat, berani betanggung jawab….