My Opinion

Hidup dan mati dipalu hakim

amrozy death penaltyDalam satu malam 3 manusia meregang nyawa. Ajal mereka telah ditentukan oleh sebuah keputusan bijaksana kesucian hukum dan ketukan palu sang hakim. Arifkah hukum, jika Tuhan saja Maha Pengampun ?

Bukankah mereka sendiri yang membangun jalan itu menuju pada kematian itu. Bayangkanlah jika Dukun Usep tak memilih untuk berprofesi sebagai dukun yang menghabisi delapan nyawa “pasiennya”, bayangkanlah jika Sumiasih dan Sugeng tak menghabisi keluarga Letkol Agus Purwanto, tentu jalan menuju regu tembak tak bakal terjadi. [kompas]

Contoh saja para pelaku Bom Bali yang telah menewaskan ratusan jiwa. Mereka tau konsekuensi atas perbuatan mereka dan ’siap mati’. Alhasil mereka benar-benar dianugerahi hukuman mati. Pikiran berubah. Yang tadinya siap mati, tiba-tiba menjadi takut mati dengan membuat jalan menuju regu tembak berliku-liku, mulai dari banding hingga PK.

Akankah ketegasan hukum ini membuat para pelaku kejahatan berpikir dua kali, bahkan ribuan kali ? Mengingat kematian, setidaknya juga bisa mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap nikmat duniawi. Melembutkan hati seraya mengenangkan saat mati tiada ada yang kita bawa selain amal baik kita. Mendorong kita untuk bisa memaafkan dan menerima kesalahan serta kelemahan orang lain.

Ikhlaskah mereka dialam sana atas keputusan hukum jika mereka tahu para pelaksana hukum sendiri masih banyak yang melanggar hukum. Ah, itu kembali ke kodrat manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang diterima dan tidak ada yang sempurna. Polisi, hakim, jaksa juga manusia *

Discussion

20 comments for “Hidup dan mati dipalu hakim”

  1. Berat banget postingannya. Ternyata om brokencodez bisa juga bikin postingan yg “berat” ya

    Sebenarnya kita melihat hal tersebut dari beberapa sisi, mungkin di sisi ini hal itu harus dilakukan, mungkin disisi lain tidak dilakukan. Jadi tidak ada kebenaran yang absolut. Nyambung ngga sih :-D

    Posted by Blog Iklan Baris | July 19, 2008, 6:23 pm
  2. sekalian pak hakim dan pak jaksa tuh yang koruptor itu dijatuhin hukuman mati juga karena mereka juga telah membunuh manusia lainnya..dan bahkan itu bisa ribuan manusia yang di bunuhnya secara maya…*kabuuuur*

    Posted by pencuri kode | July 19, 2008, 7:29 pm
  3. mas, ngutip dikit omongan mas untuk postingku di http://www.ferykurniawan.info/information/eksekusi-hukuman-mati-sumiarsih-dan-sugeng/

    tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kelak, yang penting hari ini berusaha menjadi orang yang berguna :)

    Posted by Fery | July 20, 2008, 7:52 am
  4. wewww, jangankan hukum mati dipenjara aja saya nolak…:D

    Posted by lirik lagu | July 20, 2008, 11:25 pm
  5. setuju mas..
    Baik atau buruk, kita sendiri yang membangunnya..

    Posted by Ruud | July 21, 2008, 6:03 am
  6. Aku juga penasaran nih kenapa para pembom Bali belum di eksekusi yah> Padahal bebeapa narapidana lain yg lebih baru dihiukum malah sudah diekseuksi… ada apa ini ada apa ini ?
    ****siul-siul

    Posted by Zalukhu | July 21, 2008, 9:28 am
  7. hukum mati… hi, atut….. jangan sampe deh.

    Posted by ianbali | July 21, 2008, 11:06 am
  8. klo siap mati, kagak usah ajuin PK segala

    Posted by Artha | July 21, 2008, 3:58 pm
  9. kalau memang banyak salah(membunuh) ya hukum mati, ya ndak masalah bli !he…he….

    Posted by gussuta | July 22, 2008, 1:05 am
  10. Hukuman mati memang pantas bagi mereka yag dengan sengaja menghilangkan banyak nyawa ..apalagi banyak nyawa sekaligus

    Posted by Diah | July 22, 2008, 6:07 am
  11. hukuman mati cuma balas dendam yg dilegalkan. tak lebih..

    Posted by anton | July 22, 2008, 4:07 pm
  12. Buat saya profesi sebagai hakim apalagi yang “memutuskan” hidup/mati seseorang dengan ketukan palu merupakan hal yang mungkin menjadi pilihan terakhir yang akan saya pilih. Memang ada hukum yang menunjang keputusan itu tapi saya merasa bahwa saya juga orang berdosa yang tidak patut untuk memutuskan seseorang itu bersalah atau tidak apalagi sampai memutuskan hidup/matinya seseorang. Ngeri deh!!!

    Posted by Jimmy Kurnia Indradjaya | July 23, 2008, 2:52 am
  13. sumiarsih hukumannya dobel, dihukum mati setelah proses hukum selama 20 tahun. sungguh tidak beruntung nasibnya

    Posted by yudi | July 23, 2008, 4:58 am
  14. Tul itu kalo mbunuh banyak orang emang pantas dihukum mati …

    Posted by Joomblo | July 23, 2008, 5:33 am
  15. Fyuhhh….
    namanya penjahat mana takut…..

    Hehehehehehe la wong yang dihukum mati sama yang tidak, banyak yang tidak dihukum je :P

    Posted by bocah | July 23, 2008, 2:10 pm
  16. Hukuman mati emang kontroversial. Ada pro dan kontra. Kalo menurut gue, agenda yang paling utama adalah benahin hukum sembari nerapin hukum dengan benar. Ah tak tahulah..

    Posted by duit gratisan | July 24, 2008, 9:59 am
  17. Hukuman mati memang pantas bagi orang yang telah melenyapkan ciptaan Tuhan baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Posted by Sugigs | July 24, 2008, 1:49 pm
  18. kalo di pandang sebagai renungan buat penjahat yang laen biar nggak melakukan kejahatan ya sah-sah aja. tapi, hukuman mati jangan dulu lahh.. sadar hukum aja masih jauh wakakaka ~kabur

    Posted by pandi merdeka | July 24, 2008, 9:48 pm
  19. Mas, numpang belajar sekalian, do-follow sama no follow terus polow-polow yang lain itu apa maksudnya ya? Maaf neubi..

    Posted by iis sugianti | July 25, 2008, 12:16 am
  20. berani berbuat, berani betanggung jawab….

    Posted by fahry | July 25, 2008, 12:25 am

Post a comment (Do-Follow, please be wise !)

Livecommunity powered by six groups