Asides

Tetangga oh tetangga

Kita kerja pake otak, tapi orang yang gak punya otak mengira kita melihara tuyul. Cuma duduk-duduk manis sepanjang hari, tapi duitnya banyak. Dia gak tau kita duduk sepanjang hari sampai kena rematik dan ambeyen, minus mata semakin parah, rambut rontok semakin banyak. Kami mau membagi pengetahuan kami kepada Anda agar Anda dapat menjadi seperti kami, namun apa daya otak Anda pas-pasan. Lalu siapa yang salah, Saya, Anda atau sang tuyul ?

Discussion

6 comments for “Tetangga oh tetangga”

  1. they need to see what the unseen first, sabarrr ..

    Posted by atrix | May 2, 2008, 1:54 am
  2. nama tuyulnya ‘internet’ bang :D

    Posted by Lutfi Rifai | May 2, 2008, 2:16 am
  3. jangan peduliin orang bilang apa om, yang penting kita senang :D

    Posted by jimmy | May 2, 2008, 3:10 pm
  4. biarin anjing mengongong bos yang penting cek tetap dikirim! hi hi hi .. … ..

    Posted by mega cute | May 3, 2008, 4:41 am
  5. kalau saya jadi tetangga mas BC,mungkin saya juga akan berfikir sama,hehe..

    Posted by caTcode | May 3, 2008, 10:31 am
  6. benar,kejadian serupa banyak dialami para bloger matre :D, takutnya iri hati berlebihan hingga melibatkan magic, ahh biar yang diatas yg ngatur, nyari duit lagi bosss, tarik mang …

    Posted by brokethesoul | May 5, 2008, 12:03 pm

Post a comment (Do-Follow, please be wise !)

Livecommunity powered by six groups