My Opinion

website murah

Situs Mahal (the sequel)

Baru baca artikelnya didetik. Ada tambahan artikel beberapa hari lalu. Kesasar aja masuk detik, karena saya paling tidak suka mampir disana. Terlalu ramai dan kacau balau dengan tampilan iklan di 9 penjuru mata angin. :loser:

Nama domain situs pariwisata Indonesia My-Indonesia.info tidak akan dipaksakan untuk terus digunakan. Jika performanya jelek, nama domain pun bakal diganti.

[-( Setelah habiskan dana eM-eM-an yang katanya untuk promosi, mau direset lagi ? Supaya keluar dana lagi ?

Meski demikian, Thamrin pun mengakui jika sampai terjadi perubahan nama domain untuk situs yang sejatinya digunakan untuk memancing turis ke Indonesia ini, maka konsekuensinya adalah akan ada lagi dana segar yang harus dikucurkan untuk promosi domain baru tersebut.

Muantapzzz ... =P~

STOP !

web designerSaya bukan mau bahas kembali harga sebuah my-indonesia.info. Itu urusan pemerintah. Percaya saja, semua yang dilakukan mereka-mereka disana adalah yang terbaik untuk negeri ini (iklaskan saja. jika memang benar ada penyelewengan, hati nurani pelaku sendiri yang nantinya akan mengingatkan itupun seandainya mereka sungguh-sungguh punya hati nurani) . Hentikan caci-maki, curiga, olok-olok, gak bisa bahasa inggris lah cuma gara-gara national jadi ditulis nation's :kesel: , toh kita teriak-teriak mereka tetap berjalan.

--- EOS ---

Semalam saya dan Pak Dewa diskusi dikantor kami. Diskusi terinterupsi oleh PM di Yahoo! Messengernya dari seseorang yang hendak membuat website. Sang calon klien hendak membuat situs dinamis dengan perincian isi sekitar 15-20 pages, termasuk photo gallery dengan 50-100 produk. Fasilitas yang diminta (dibandingkan dengan quotation yang sudah didapatnya terlebih dahulu dari vendor lain yang menurut pengakuannya berlokasi di Denpasar juga) : Domain name register plus hosting space 20GB dengan fitur unlimited selama setahun. Harga yang diminta sesuai dengan penawaran tertinggi yang telah dia terima adalah Rp 2 juta !

Tak hanya itu. Pak Dewa pun menunjukan beberapa email inquiry dari beberapa perusahaan yang hendak membuat official website dengan budget yang benar-benar minim, bahkan kalau saya harus ungkapkan sebuah inquiry yang tidak manusiawi. Apakah yang ada dalam pikiran mereka mengenai profesi seorang web desainer ?

"kan mereka tidak perlu berkeringat untuk membuat website."

Diselah rutinitas, saya juga sering mengambil sebuah proyek pembuatan website, hanya sekedar memenuhi hasrat hobi. Saya tidak memiliki rentang pricing untuk menentukan harga design saya. Paypal (bayar temen) saja. Cukup beli rokok dan kopi. Bahkan saya tidak memungut bayaran untuk beberapa website usaha milik teman. Ini demi kepuasan. Meski pun saya memungut 'harga teman' bahkan 'cuma-cuma', namun saya tetap dapat komplain, ditambahkan kesibukan saya dengan masalah teknik ini itu, update konten dan image, dan lain-lain. So, pantaskah materi yang saya terima dengan usaha saya ?

Gak abis-abis kalau dibahas nih. To the point saja, berikut ini adalah cara menghitung dan menentukan pricing sebuah situs secara profesional untuk memberikan pengertian kepada Anda-anda yang masih menganggap murahan profesi webdesigner dan Anda para web designer yang tidak menyadari skill Anda adalah limited edition, manfaatkanlah.

Disadur dari situs Godote beberapa tahun silam. Mohon ijin re-publish rekan-rekan di Godote karena tadi saya cari-cari artikel permalinknya dak ketemu. Mungkin sudah diremove.

Menentukan Harga Proyek Desain

Dalam dunia desain (khususnya dunia webdesign) banyak sekali cara menentukan harga sebuah desain yang diterapkan oleh perusahaan jasa desain ataupun freelance desainer. Ada yang memberikan harga per-paket, ada yang berdasarkan jumlah halaman, ada yang menentukan flat-price, ada pula yang menetukan berdasarkan rate per-jam atau per-hari.

Bagaimana sebuah kerja kreativitas dihargai? Sedemikian sulit-kah menentukan harga sebuah desain? Argumen apakah yang bisa diberikan seorang desainer dalam menentukan harga sebuah desain? Ini adalah masalah klasik dalam dunia desain, khususnya bagi para freelance desainer.

Perhitungan Harga Penawaran
Berdasarkan obrolan dengan sesama freelance desainer dan juga dari pengalaman, saya mencoba merumuskan bagaimana memberi harga pada sebuah hasil karya kreatif. Sebenarnya ini bukan rumus mutlak. Tapi paling tidak merupakan satu cara menentukan harga desain yang kira2 mungkin bisa diterapkan dan “cukup fair” yaitu dengan memakai formula:

HP = HT – (d x HT)

dimana: HT = [ R x W ] + K + M

HP = Harga penawaran sebuah desain atau project desain
HT = Harga total pekerjaan desain
R = Rate per-hari atau per-jam dari seorang desainer dimana 1 hari = 8 jam kerja
W = Estimasi waktu amanya pengerjaan desain/proyek
K = Harga konsep desain
M = Harga material desain.
d = prosentase potongan harga (discount) yang diberikan

Mengapa saya bilang “cukup fair”? Ini disebabkan karena dengan formula ini seorang desainer dituntut untuk bisa memberikan estimasi yang masuk akal dan cukup objektif akan hal2 seperti: seberapa objektif seorang desainer menilai skill desain dan pengalamannya, berapa lama sebuah pekerjaan bisa diselesaikan, berapa harga sebuah konsep desain atau perlu/tidaknya memberikan potongan harga kepada klien, dsb. Juga dikatakan “cukup fair” karena dengan menerapkan perhitungan ini, kedua belah pihak (desainer dan klien) diharapkan bisa melihat sisi objektif dari sebuah pekerjaan desain. Calon klien tidak merasa dibohongi dan di sisi lain desainer juga tidak merasa bekerja rodi. :D

Menentukan Variabel2 Formula.
1. Rate (R)
Rate adalah harga perhari atau perjam yang ditentukan pada kemampuan seorang desainer dalam mengerjakan pekerjaan2 desain. Besarnya bergantung pada skill yang dikuasai, pemahaman konsep desain, pengalaman, portfolio, kredibilitas klien yang pernah ditangani, dsb.

Singkatnya R bergantung pada pengalaman dan jam terbang seorang desainer. Sebagai contoh seorang desainer yang menguasai seabrek software desain mulai dari Photoshop sampai program 3D tercanggih, memiliki pemahaman konsep desain yang dibuktikan dengan portfolio yang ditunjukkan, pernah bekerja di perusahaan desain terkemuka, berpengalaman menangani klien2 “wah” seperti Nokia, BMW, dsb, bisa dikategorikan sebagai highly priced desainer dengan rate misalnya Rp. 2.000.000/hari. Sementara seorang lulusan sekolah desain yang baru memiliki 2-3 portfolio dari perusahaan2 kecil bisa dikategorikan sebagai pemula dengan rate sekitar Rp. 100.000/hari. Disini, seorang desainer dituntut untuk mampu mengestimasi “nilai jual” dirinya berdasarkan faktor2 tersebut.

R bisa dihitung perhari ataupun perjam. Mengapa? Beberapa desainer menentukan rate/hari dengan alasan kemudahan perhitungan. Desainer lain menerapkan rate/jam dengan alasan agar lebih gampang menghitung waktu untuk revisi. Sebenarnya ini sama saja. Seperti disebutkan di atas, 1 hari = 8 jam. Sekarang kembali kepada sang desainer untuk menghitung lamanya pengerjaan sebuah proyek desain dalam hitungan hari (agar lebih sederhana) atau dalam hitungan jam agar lebih detail.
Tetapi ada satu hal lain yang harus dipertimbangkan. Ada kalanya rate/jam sangat sulit diterima oleh klien di Indonesia. Di negara2 maju dimana pekerjaan desain sudah dihargai dengan baik, rate/jam mungkin bisa diterapkan dan diterima oleh calon klien. Ini karena profesi desainer sudah dianggap sejajarkan dengan pekerjaan jasa profesional lain seperti pengacara, dokter, dsb. Akan tetapi bila kita berbicara dalam ruang lingkup lokal, berdasarkan pengalaman saya, rate/jam sangat sulit untuk diterima oleh umumnya klien di Indonesia. Tapi bila seorang desainer merasa confident untuk menerapkan rate/jam untuk klien di Indonesia, well.. why not? ;)

2. Estimasi Lamanya Pengerjaan (W)
Estimasi lamanya waktu pengerjaan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah desain/proyek desain. Berkaitan dengan rate (R), waktu bisa dihitung dalam satuan hari ataupun jam. Sebagai gambaran, jumlah waktu pengerjaan 1 (satu) halaman HTML tanpa programming tentu akan berbeda dengan jumlah waktu pengerjaan 1 (satu) halaman website full-flash.

Dalam menentukan jumlah hari ini desainer dituntut untuk reasonable dalam arti tidak mengada-ada dan masuk diakal. Sebagai contoh mengerjakan sebuah halaman HTML simpel tentu tidak akan memakan waktu sampai 7 hari (56 jam), bukan? BIla desainer menetapkan variabel Rate (R) dalam satuan hari, variabel H tidak harus bulat, ia bisa bernilai 0.5 (setengah hari = 4 jam) hari atau 0.25 (seperempat hari = 2 jam).

3. Harga Konsep Desain (K)
Yang agak rumit mungkin menentukan harga konsep desain. Akan tetapi kita bisa mengira2 seberapa original dan brilyan-nya sebuah konsep desain. Disinilah seorang desainer dituntut untuk bisa menguraikan konsep desain yang ia tawarkan. Bukan hanya terbatas pada ide dan tampilan visual semata, tapi juga mencakup hal2 lain seperti ‘look and feel’, tata letak (lay-out) yang baik, flow navigasi dan penempatan menu sebuah website, sitemap, pemilihan tagline, dsb.

Seorang teman desainer mengatakan bahwa ia juga menerapkan semacam perhitungan untuk menentukan harga K. Dalam kasus ini, harga K ditentukan dari berapa lama ia melakukan eksplorasi untuk mendapatkan ide dan menguraikannya menjadi sebuah konsep desain dengan kata lain K=Rk x Wk (rate desainer dikalikan jumlah waktu eksplorasi). Rumit? Mungkin terlihat rumit, tapi sekali lagi, di negara2 maju (kebetulan teman saya tersebut pernah bekerja di luar negeri dan baru kembali ke Indonesia), ini merupakan hal yang wajar dan bisa diterima oleh klien.

4. Prosentase Potongan Harga (d)
Mungkin terkesan aneh bila diterapkan potongan harga untuk sebuah desain/proyek desain. Akan tetapi hal ini perlu dipertimbangkan bila seorang desainer menghadapi kasus dimana calon klien merupakan sebuah perusahaan besar dan menurut perkiraan memungkinkan terbentuknya long term relationship dan kontinuitas proyek. Dengan menerapkan discount, desainer bisa memberi alasan “proyek perkenalan” dimana sebagai awal long term relationship, sebuah desain yang bagus diberi harga yang relatif murah. Bila memang tidak mau, desainer bisa memberi harga 0 (nol) untuk variabel ini.

5. Harga Material Desain (M)
Harga material desain adalah total harga pengadaan material untuk pekerjaan desain yang mencakup harga session fotografi, pembelian stock image, pembelian lisensi additional software, fee copywriting. dan lain2
Sekarang mari kita lihat variabel mana yang nilainya bersifat fleksibel dan variabel mana yang bernilai tetap. Harga W yang pasti nilainya bersifat fleksibel karena bergantung dari skala proyek desain yang dikerjakan. Harga M juga bersifat fleksibel karena bergantung dari harga pihak ketiga yang menyediakan material desain (copywriter, fotografer, harga stock image, dsb). Harga d juga bersifat fleksibel seperti telah diuraikan di atas.

Harga konsep (K) juga bersifat fleksibel. Masalahnya sekarang adalah cara menentukan harga tersebut. Seperti telah diuraikan di atas, ada beberapa desainer yang menetapkan nilai K dengan rumus K=Rk x Wk. Tapi ada juga desainer yang menetapkan nilai K tanpa menguraikannya seperti itu. K adalah sebuah nilai yang mencakup seluruh hal mulai dari eksplorasi, ide, konsep, dsb. Semata-mata karena pertimbangan kemudahan. Sebenarnya keduanya sama saja, itu hanyalah cara desainer untuk memberikan argumen yang tepat untuk harga sebuah kreativitas.

Bagaimana dengan variabel R?

Ada dua fenomena menarik. Beberapa desainer (dan juga agensi desain) mematok harga R tetap dengan alasan bahwa harga tersebut adalah standar profesionalisme mereka. Desainer dengan harga R tinggi harus bisa bekerja dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan desainer dengan harga R yang lebih rendah untuk sebuah hasil yang kualitasnya sama. Artinya klien yang menyewa desainer dengan R tinggi akan diuntungkan dengan waktu pengerjaan (W) yang lebih singkat/cepat bila dibandingkan dengan mempekerjakan desainer dengan harga R yang lebih rendah.

Disisi lain ada desainer yang lebih fleksibel dengan harga R yaitu dengan menentukan nilai R sesuai dengan kredibilitas ataupun skala perusahaan klien. Sebagai ilustrasi, desainer seperti ini memberikan nilai R yang tinggi kepada sebuah perusahaan multi-nasional yang memiliki aset milyaran dan memberi rate yang lebih rendah kepada perusahaan kecil berbudget rendah, misalnya.

Contoh berikut mungkin bisa lebih memperjelas:
Seorang desainer level menengah memberikan rate perhari sebesar Rp. 700.000/hari sesuai dengan skill, portfolio, pemahaman konsep dan pengalamannya kepada firma-hukum mid-size untuk mengerjakan website company profile. Struktur website tersebut adalah sebagai berikut:

Struktur tersebut akan diterapkan dalam halaman2 berbasis HTML dengan tambahan features animasi flash di frontpage-nya dan aplikasi backoffice untuk news update. Estimasi pengerjaannya adalah 10 hari. Tampilan visual, look and feel serta alur navigasi dari website yang akan dibuat sangat sesuai dengan corporate image dari firma-hukum tersebut yang dibuktikan dengan mock-up yang telah dibuat. Untuk itu si desainer memberikan harga Rp. 3.000.000. Stok foto dan text untuk website disediakan oleh client, sehingga harga material = 0 (nol). Desainer tersebut memutuskan memberikan discount sebesar 10% dari harga total dengan pertimbangan akan terjalin long term relationship dimana firma hukum tersebut nantinya mungkin juga akan membuat aplikasi intranet, dsb.

Dalam kasus ini, harga penawaran adalah sebesar:

HT= (700.000 x 10) + 3.000.000 + 0= 10.000.000
HP= 10.000.000 – (10% x 10.000.000)= 9.000.000

Jadi, harga penawaran yang diajukan adalah sebesar Rp. 9.000.000. Bila ternyata calon klien melakukan bargaining, desainer bisa bertahan dengan memberikan argumen bahwa secara konsep, desain tersebut sangat cocok dengan corporate image perusahaan atau effort yang dikeluarkan untuk pengerjaan proyek memang cukup besar.

Kemungkinan besar, calon klien akan bersikeras melakukan bargaining terhadap harga2 variabel2 tersebut. Disini, desainer bisa memperkecil harga penawaran dengan menurunkan harga rate per-hari menjadi Rp. 650.000 misalnya, sehingga manjadi:

HT= (650.000 x 10) + 3.000.000 + 0 = 9.500.000
HP= 9.500.000 – (10% x 9.500.000) = 8.550.000

atau memperbesar prosentase discount menjadi 15%:

HT= (700.000 x 10) + 3.000.000 + 0 = 10.000.000
HP= = 10.000.000 – (15% x 10.000.000) = 8.500.000

Dalam contoh tersebut bisa dilihat bahwa sang desainer melakukan bargaining dengan menerapkan harga R yang fleksibel dengan tidak mengurangi waktu pengerjaan (W) berdasarkan pertimbangan2 tertentu misalnya load pekerjaan yang tinggi, dsb. Sementara desainer yang menetapkan fix rate R bargaining mungkin bisa dilakukan dengan memberikan discount atau mengurangi waktu kerja (W)

Discussion

14 comments for “Situs Mahal (the sequel)”

  1. ca pe de bacanya ~X(

    Posted by robby's | December 22, 2007, 4:50 am
  2. Keduaxxxxxx :da: :da:

    Posted by widis | December 22, 2007, 5:32 am
  3. wahh menarikk :D/ tapi ada yang ga gw paham lagi nih om coco :(( harga konsep desain itu yang gw bingung nentuinnya apa sama kayak rate gitu ya bisa dinaikin and diturunin tergantung designernya :kesel: masalahnya gila gw ngeliat logo piala dunia itu simple banget tapi emang konsepnya keren terus ada lagi logo yang simple tapi konsepnya emang keren keren yang kalo gw jiplak nggak nyampe ngabisin waktu setengah jam :lol: nahh harga sebuah konsep itu gimana ya ngukurnya 8->

    Posted by pandi merdeka | December 22, 2007, 5:35 am
  4. puanjangggg bro. sempet aja nulisnya. apa gak pusing tuh kepala, abis ajep-ajep semalam :top:

    Posted by dewaji | December 22, 2007, 6:09 am
  5. Cape bacanya boss, belum selesai nihh he he he ^:)^
    serius amat si boss he he he :jam: :jam:

    Posted by widis | December 22, 2007, 6:27 am
  6. wahh ada yang weekend panjang nihhh kapalnya miringgg kaptennnn :-t

    Posted by pandi merdeka | December 22, 2007, 6:28 am
  7. Pertanyaannya siapa yang mengontrol pasar? Siapa yang tahu dan mau tahu standard harga sebuah website? Lha kalo cuma design & publishing saja apakah dihargai on page design? Bagaimana kalau jual design plus mengelola sampai mendapatkan posisi bagus di SERP & mendapatkan rank yang bagus di semua mesin pencari & mendapatkan targeted traffic yang punya nilai konversi bagus?…. Apakah webmasternya sang client mau kerjasama dengan sang pembuat website tanpa cela sana cela sini seolah dia lebih jago? Apakah akan ada after sales complaint yang time framenya unlimited? … nanya itu gampang ya… :D :ngacir::ngacir::ngacir::ngacir:

    Posted by Dr. Gaplek | December 22, 2007, 9:28 am
  8. seandainya aq jadi web development mungkin aq pasang harga mulai dari 300 ribu- 5 juta :)):))

    Posted by bocah | December 23, 2007, 6:12 am
  9. aku mbikinin gratis aja mau, asal mau dipasangin IKLAN>……….

    Posted by indo | December 23, 2007, 12:31 pm
  10. mbak install aja AdBlock Plus extension klo pake firefox dijamin buka detik dot com akan maknyesss :)

    Posted by Made | December 23, 2007, 2:59 pm
  11. capekkk deh bacanya:~X(, jadi kesimpulannya berarti webnya myindonesia.info memang muahal bagettt to???, mau dong dibikinin webnya mas :))

    Posted by yunitae | December 23, 2007, 4:24 pm
  12. Weks bikin web sampe abis EM-Eman :loser: Paling2 cuman abis beberapa juta tuh webnya, terus sisanya di bawa kaburrrr :ngacir:

    Posted by Ardian | December 24, 2007, 9:41 am
  13. wahhh om coco nya kemana :piss: nih met natallllll semuanya <:-P .. om coco dah pulang kampung yaa :D ati ati om di jalan moga selamat sampe tujuan

    Posted by pandi merdeka | December 24, 2007, 9:57 am
  14. Capek emang kadang berurusan dengan client yg tidak tahu atau tepatnya tidak bis amenghargai orang lain.
    Saya ada pengalaman yg tak bakalan lupa seumur hidup saya, pernah suatu saat ketika dulu saya di minta ‘tolong’ oleh seseorang untuk membuat web dengan domain mananya sendiri, kemudian dia bilang “saya tunggu yah”. dalam benak saya mulai bingung, apa maksutnya di tunggu, kemudian saya tanya “anda punya biaya berapa?” dia jawab “bayar yah? kata temen temen saya anda sering buatkan blog rekan yg lain gratis”
    Akhirnya cuma bisa menghela napas sambil mengurut dada yg perih mengetahui kenyataan seperti itu.

    huehueheue keep fighting deh semua :)

    Posted by Ray | December 29, 2007, 11:53 am

Post a comment (Do-Follow, please be wise !)

Livecommunity powered by six groups