Masih mengenai profesi web designer, berikut saduran juga yang saya ambil dari Toekangweb beberapa tahun lalu (situsnya kenapa itu ya ?).
// Article begin here.
KRiiiNNGGG!! KRiiiNNGGG!!
“Firma Web Desain menengah ke bawah, Ada yang bisa saya bantu?”
“Ya, Berapa harga yang anda pasang untuk membuat sebuah situs Web?”
Dalam satu bentuk atau yang lain, ini biasanya adalah percakapan pertama saya dengan seorang klien yang menjanjikan. Mereka menanyakan pertanyaan yang cukup ‘adil’. Untuk orang yang sudah pernah ada di sisi manapun dalam sebuah transaksi bisnis, biaya biasanya ada di depan kepedulian kita. Tetapi sebuah jawaban untuk pertanyaan khusus ini tidak langsung muncul tersedia. Paling tidak – seharusnya tidak.
Meneriakan sebuah harga hanya dengan sebuah pemikiran yang belum pasti tentang apa yang akan terlibat adalah sebuah jalan berbahaya untuk memulai hubungan dengan klien anda, dan dapat meninggalkan salah satu (atau keduanya) merasa menyesal tentang proyek keseluruhan tersebut. Persiapan dan pendidikan adalah kunci untuk mendefinisikan hal-hal penting ini di menit pertama dan menjadikan penelpon acak ini seorang klien yang membayar.
KENAPA DESAIN WEB LAEN?
HAL PERTAMA yang perlu kita pahami adalah bahwa Web design belum dengan jelas didefinisikan dalam himpunan “Semua hal yang dijual.” Paling baik, kita dapat menyebutnya sebuah jenis laen dari penjualan produk atau layanan profesional. Sayangnya, kebanyakan desainer terhanyut ke salah satu dari dua hal tersebut tadi, dan dalam melakukannya, mungkin tidak dengan akurat mendefinisikan apa yang benar-benar mereka berikan pada klien. Kita seharusnya paham tentang kedua perspektif ini sehingga kita dapat menarik garis tengah dari keduanya. >>
Ketika anda berjalan ke supermarket lokal anda dan membeli sekotak Cap’n'Crunsh anda, anda tahu berapa harganya. Harganya ada di raknya. Ini karena seperti semua produk terpaket, semua kotak Cap’n'Crunch adalah sama. Mereka semua beratnya sama, mengandung bahan-bahan yang sama, dan memerlukan sumber daya yang sama untuk membuat masing-masing kotaknya. Ketika anda membuka kotaknya, mungkin ada sedikit kejutan tentang isinya.
Beberapa desainer telah mengambil pendekatan ini untuk Web design mereka, memilih untuk menjual talenta mereka dalam bentuk paketan-paketan dari situs web yang sudah didefinisikan sebelumnya. Anda dapat mengunjungi beberapa desainer ini dan melihat harganya:
Paket Hemat 5 halaman 3 custom graphic,
s/d 10 links Rp. X00.000,-
Paket ‘Setengki’ 8 halaman 7 custom graphic
s/d 20 links Rp. 2X00.000,-
Paket ‘Segauw’ 12 halaman 12 custom graphic,
2 graphic animasi
/d 30 links
script pengirim form
guestbook Rp. 4X00.000,-
Keuntungan yang nampak jelas dari metode ini adalah: Desainer dan klien keduanya tahu berapa banyak duit yang akan berpindah tangan di depan.
Kekurangannya lebih dalam lagi, terutama untuk desainer, Pertama: untuk klien yang tidak tahu, Desainer telah meminta mereka untuk mengambil keputusan tentang sesuatu yang mereka belum siap: paket mana yang harus dipilih?. Pasti, kebanyakan dari desainer2 ini akan dengan senang hati mendampingi klien dalam memilih paket yang paling pantas untuk mereka, tapi dalam melakukannya mereka juga dengan permanen telah membatasi cakupan proyek tersebut.
Jika klien sebenarnya punya kebutuhan asli akan sebuah shopping cart atau database yang bisa di-search, akan menjadi lebih sulit lagi untuk meyakinkan mereka untuk memutuskannya. “Oh .. tapi BERAPA harganya yang ITU?” dan “Koq nggak ada di daftar harga kamu?” akan menjadi pertanyaan yang mengikuti perkenalan dari ide-ide ini.
Skenario yang bisa lebih buruk lagi adalah untuk desainer yang karya ter-paket mereka diambil oleh klien yang benar-benar bisa dan (agak licik). Tidaklah sulit untuk mengubah kata “halaman” atau “grafik custom” ke dalam sesuatu yang tidak dimaksudkan si desainer.
Dan jika si desainer terkejut dengan jumlah kerja yang harus dilakukan dan mencoba untuk menyesuaikan, Klaim “dunia periklanan palsu” yang indah dilemparkan kesana sini sampai dia mengakuinya. Itulah kenapa banyak desainer yang memasang tarif per-jam.
MENGIKUTI JEJAK kebanyakan penyedia jasa layanan profesional, desainer yang memasang harga perjam menghilangkan resiko yang digambarkan sebelumnya – kehilangan bisnis potensial atau dikacaukan dalam banyak waktu dan usaha untuk biaya yang minimal (atau tidak ada sama sekali). Biaya ditentukan untuk berbagai jenis pekerjaan dan tidak ada batasan yang ditetapkan tentang jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan. Ini memungkinkan fleksibilitas yang baik dan klien tidak berkesempatan untuk menyalah gunakan kondisi yang lebih baik dari si desainer. Klien mendapatkan tepat apa yang dia bayarkan!!
… Anggap saja (kemampuan web desain) anda memang sudah sempurna. Anda akan tertegun untuk menemukan seorang klien yang mau membayar untuk ketidakefesienan anda pada saat anda mengerjakan desain yang berubah, berpindah-pindah diantara versi frame dan versi tabel atau diantara warna hijau dan warna biru. Dimana anda menarik garis di antara experimentasi dan penulisan kode yang halal?
JIKA ANDA BERTANYA PADA SEORANG PENGACARA atau seorang akuntan berapa biaya mereka, mereka akan bilang pada anda langsung di depan. Jika anda meminta mereka untuk memberikan harga pas untuk sebuah proyek tertentu, mereka akan tertawa dan menyuruh anda menjadi saksi .. kemudian menyalakan sebuah cerutu Kuba dengan selembar uang 100 ribuan.
Kenapa? Karena mereka bisa. Mereka dianggap sebagai memiliki keahlian tertentu yang nilainya terhitung perjam. Bagaimanapun, dari pengalaman saya, Web designer dianggap sebagai seorang geek-tekno yang berubah menjadi seorang salesman yang menawarkan produk.
Walaupun klien yang mewakili perusahaan Global 1000 mengharapkan harga pas. Tentu, setiap klien berbeda. Beberapa mengerti tarif per jam dan tidak punya masalah dengannya. Tetapi, kebanyakan, mereka mencari sejumlah bilangan yang mereka harus berpisah dari mereka ketika proyek selesai.
Seharusnya ada jalan untuk mengkombinasikan kedua dasar pemikiran ini untuk mendapatkan jalan yang pantas buat Web desainer untuk memasang tarif untuk jasa layanan mereka yang dapat diterima klien.
Kira-kira begini rumusnya:
Biaya/Jam X Jumlah Jam yang dihabiskan
= Total Biaya Proyek
Anda dan Klien, keduanya mungkin setuju pada perkiraan dasar ini. Tetapi, idealnya, anda ingin memberikan klien total keseluruhan biaya nanti setelah pekerjaannya selesai. Dan mereka ingin mendapatkan total biayanya sebelum anda mulai bekerja. Tebak apa coba? Merekalah yang menang. Mereka selalu menang. Solusinya, Perkirakan seawal mungkin.
PERTAMA, TENTUKAN HARGANYA
Untuk beberapa rata-rata dalam Industri ini, Saya akan mengarahkan anda pada Index harga Web advertising. Netb2b.com adalah salah satu resources terbaik yang saya telah temui untuk bidang studi bisnis Web.
Beberapa tugas lebih sulit daripada tugas-tugas yang lain. Jangan takut untuk memasang harga lebih tinggi untuk CGI daripada untuk HTML misalnya. Juga, ingatlah bahwa konsultasi adalah sebuah fungsi dari pekerjaan anda dan juga harus ditarik biaya. Jangan jadi gila dengan membebani biaya untuk setiap panggilan telpon (baca: seperti pengacara) tetapi jika seorang klien rewel mengambil cukup banyak waktu dari hari kerja anda untuk mendiskusikan sebuah proyek, hal itu perlu dicatat dan ditagihkan biayanya.
Selanjutnya, anda perlu untuk mengantisipasi seberapa lama waktu yang akan anda habiskan untuk sebuah proyek. Untuk mengetahuinya, anda perlu tahu dulu apa yang diinginkan klien. Mereka mungkin tidak tahu apa yang mereka inginkan. Dalam kasus itu, anda perlu tahu apa yang klien butuhkan. Ini akan langsung mempengaruhi seberapa lama waktu yang akan anda habiskan.
Anda tidak dapat mempunyai terlalu banyak informasi! Tanyakan pertanyaan tentang jangkauan, tujuan jangka panjang, pekerjaan sebelumnya, sistem yang telah ada, dan branding sebagai tambahan untuk pertanyaan standar tentang logo yang ‘menyala atau berputar-putar.’ Anda akan kaget bagaimana hal kecil seperti ‘Oh, apa saya sudah bilang kalau kami akan perlu menjalankan semua ini di server NT internal kami yang belum ada sekarang?’, akan mengambil banyak waktu.
Juga sisihkan beberapa waktu untuk perubahan permintaan yang masuk akal. Gunakan penilaian terbaik anda untuk menentukan apa yang ‘masuk akal’ dan tambahkan itu ke dalam daftar. Ubahlah permintaan yang benar-benar menunda waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut, sehingga permintaan itu akan ditangani terpisah.
Setelah anda punya semua informasi itu, periksa lagi lewat rumus perkalian di atas. Hasilnya adalah biaya keseluruhan proyek anda. Idealnya inilah jumlah yang akan anda dapatkan.
Kenyataanya, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita perkirakan untuk sebuah proyek. Faktor yang unik untuk setiap desainer akan mempengaruhi berapa banyak yang benar-benar akan mereka kantongi (‘penyembuhan’ atau ‘realisasi’.) Beberapa faktor termasuk kompetisi lokal, permintaan pasar, jadwal waktu klien, dan kemungkinan untuk proyek tambahan/lanjutan.
Berdasarkan kondisi seperti ini, anda seharusnya mengingat, persentasi waktu anda yang anda relakan untuk dihabiskan demi menjaga sebuah ‘hubungan baik.’ Kurangkan jumlah waktu itu dari total waktu anda, dan sudah anda dapatkan sekarang! Pendapatan bersih anda.. jumlah yang bisa anda harapkan untuk dikantongi.
Situasinya akan bermacam-macam untuk setiap klien, tetapi pedoman ini paling tidak akan memberikan titik awal dalam menentukan berapa yang akan anda minta untuk jasa layanan anda ini. Fair, Jujur, dan Profesional-lah.
Terlepas dari pengalaman sebelumnya, Saya biasanya masih menanyakan pertanyaan ini bahkan sebelum saya melewati langkah-langkah di artikel sebelumnya: “Seberapa Besar Anggaran anda untuk Proyek ini?”
Biasanya, saya sekalian juga menanyakan nomor PIN ATM mereka dan siapa yang mereka jagokan untuk kejuaraan nasional melempar kereta dorong. Dan jawabannya sama.. : kesunyi senyapan.
Tentu saja, kita tahu kenapa. Klien berpikir kalo mereka memberitahukan pada kita berapa yang mereka mau habiskan, kita akan dengan ajaib membesarkan anggaran mereka setiap saat, walaupun sebenarnya, situs itu hanya perlu sedikit sumber daya.
Sayang sekali.. padahal hal itu akan menghemat lumayan waktu untuk semua pihak jika kita tahu berapa angka yang kita cari sebelumnya. Desainer berpengalaman akan dapat mengatakan, hanya berdasarkan deskripsi singkat klien tentang sebuah proyek dan anggaran mereka, apakah klien itu realistis atau tidak. Desainer yang ‘terhormat’ akan bilang kepada klien kalau tidak perlu sebesar itu untuk jenis situs yang sedang mereka diskusikan.
Lebih dari semua hal tadi, hal itu akan memaksa klien untuk langsung melihat anda sebagai seorang profesional. Jika anda tidak membuat cara pandang ini sejak awal, anda akan beresiko bekerja jualan ‘kacang-goreng.’
Ada saatnya ketika, setelah menentukan:
tingkatan dari sebuah proyek
berapa lama proyek akan berlangsung
membuat anggaran, dan
berbagi angka anda dengan klien (yang belum menunjukkan angkanya sebelumnya,)
mereka akan kembali dengan sesuatu seperti ini: “APA?!? Karyawan saya punya anak yang dapat melakukan ini untuk lima bungkus permen karet dan sebungkus Menthos!”
Kita semua telah sering mendengar komentar serupa dari waktu ke waktu. Solusi saya adalah untuk menekankan kembali apa yang kita coba lakukan untuk mereka dan dengan singkat mengambarkan kerangka proses kita. Jika mereka kemudian kembali dengan.. “Dia juga akan melakukan itu”
Kita hanya bisa berharap yang baik untuk mereka dan bilang kalau kita akan tetap ‘tersedia’ di sini jika mereka memang perlu kita.
Biasanya, klien akan kembali dalam satu, dua bulan ke depan karena tidak puas dengan pekerjaan yang dilakukan dan meminta kami untuk memulai proyek itu lagi.
“Jangan berkompetisi dengan ‘anak Frontpage.’’ Saya bayangkan kebanyakan dari kita memulai bidang ini sebagai hobby, seperti yang dilakukan orang-orang ini. Anda tidak perlu khawatir. Penemuan Polaroid tidak membuat Olan Mills gulung tikar. Spielberg, Lucas, dan Cameron sepertinya baik-baik saja walaupun Handycam telah berhamburan dari rak mereka. Pasar untuk profesional yang punya skill akan selalu ada - SCOTT KRAMER
//– end of article
Pertamaxxx :))
gak capek ni nulisnya om. bersaing boleh lah :piss: :ngacir:
masih belum paham apa arti “anak frontpage” :(( tapi kata kata terakhir gw sepakat banget om :top:
Pasar untuk profesional yang punya skill akan selalu ada
ketingaxxxx :ngacir:
Lagi banyak order web design ya bosss? :top:
“Jangan berkompetisi dengan ‘anak Frontpage.’’
masih coba mengartikan ini :-?
Apa ini artinya : Macromedia VS Frontpage ;))
apa gnome vs frontpage :>
~X( panjang makjoooo, aku masih sebatas memperbaiki atau editing hasil karya orang. untuk buat sendiri masih malu-malu :kesel: kapan bisa maju kalo begini terus. siapa yang mau ngajarin :D/
weeeh..SMART!
maksud kk itu, jangan terpengaruh ikut-ikutan banting harga sama web designer amatiran yang baru bisa buat website pake frontpage. terus pasang iklan WEB DESIGN MURAH. :-? sepertinya chika pernah dengar :ngacir:
Waduh kl Joomla seperti ini, udah ngalahin bill gates x ya :ngacir:
nah untuk jadi profesional itu yang agak ‘berat’ :)
banyak faktor dan harus pake ‘keberuntungan’ juga
mantap!! sepertinya bahan tulisan didapat setelah merenung secara mendalam. :top:
wahh panjang mas, saya kok berasa muter muter yah…
umm singatnya mending pake wordpress aja lebih social network gtu lho…eh maksudnya pake blog *biar yg pake platform laen ngak kesinggung :D
http://road-entrepreneur.com
:kesel: :kesel: :kesel: saya ngerti nih bos :kesel: :kesel: :kesel:
Setuju… saya sering dapat pemasang iklan, dengan topik web design murah(an) hehehhe :ngacir:
:D/ syukur pake dreamweaver… :piss:
wahh :> ada om widarta
hehehe ohhh begituuu baru tau gw web design murah itu pake frontpage bikinnya tak kirain pake notepad :)) jangan diikutin yaa … bete abis sumpah secara gak ada program apa apa di kompiii swish aja belum dapet cracknya tinggal tiga hari nih trial versionnya :((
sama kayak om pututik ahh suhu suhu ajarin yaaa
wew….
tumben2-an bang brokencode publish post yang tuntas kali ini,,,
hehe
web design murah… jadi kaga enak
@ kumpul
wakakaka ada kena sentil nihh :ngacir:
Ini frontpage yang dimaksud adalah sotfware-nya microsop ??
Tak kirain halaman depan web.
Tapi judulnya ” jangan berkompetisi dengan anak frontpage” tapi isinya tentang tip (?) negosiasi pembuatan web.
Agak gak ketangkep nih, maklum kayaknya saya kebanyakan makan singkong kalee :kesel:
@ Ruud
wahh singkongnya made in mana nihh kalo made in indonesia gw fine fine aja :ngacir:
maklum anak kecil ….. maunya yg instant2 aja….
salam
kalo yang manual gimana yaa … pake notepad :-? :ngacir:
@ pandi merdeka
Singkongnya dari indonesia juga cuma pas nggodhog tadi kebetulan belum mateng bener. Pas habis minyak tanahnya. Maklum lagi susah cari minyaknya:serem:
@ ruud
kata si bocah minyaknya buat di pake sendiri sama pangkalan minyak tempat dia :)) jelas aja susah pada nimbun semua :ngacir:
wah..wah…sayangnya ga bisa kayak punya situ ya..coba kalau bisa pasti dah taking order buanyaaak deh …..:-?