Akhirnya aku bertemu juga dengan anakku tercinta, Daniel. Puaskan dahagaku. Sekejab saja telah hancurkan siksa rindu. Tak ingin aku jauh dari buah kasihku ini. Tapi masa depan menuntutku harus !
Anakku, apa yang aku lakukan, siang dan malam, tiada lelah aku, sebab engkau sumber kekuatanku. Mataku senantiasa tertuju pada dewasamu, menjadi orang yang berguna dan takut akan Allah. Namun, jadilah engkau seperti kehendak Bapa disurga, bukan atas kehendakku. Aku hanya dapat melakukan hal-hal manusia untukmu.
bangka, June 15th, 2007
ohhh mesranya papaku he he he